BLOGGER INI MASIH DALAM TARAF RANCANGAN

Jumat, 25 Januari 2013

Mistral class amphibious assault shipkapal serang amfibi milik Perancis Navy



Kapal kelas Mistral merupakan kelas untuk dua kapal serang amfibi milik Perancis Navy. Disebut sebagai "kapal proyeksi dan komando" (bâtiments de projection et de commandement or BPC), sebuah kapal berkelas Mistral mampu membawa dan meluncurkan 16 NH90 atau Helikopter Tigre, empat kapal tongkang pendaratan, hingga 70 kendaraan termasuk 13 tank Leclerc, atau 40 batalyon tank Leclerc, dan 450 prajurit. Kapalnya dilengkapi dengan 69 tempat tidur rumah sakit, dan mampu beroperasi sebagai bagian dari NATO Response Force, atau dengan PBB dan Uni Eropa untuk memelihara perdamaian.

Dua kapal dari kelas ini beroperasi untuk AL Perancis: Mistral dan Tonnerre. Kapal ketiga akan dipesan pada tahun 2009 dan kapal keempat mungkin juga akan dibangun.


Sejarah

French doctrine of amphibious operations in 1997

Pada tahun 1997, DCN mulai studi untuk kapal intervensi polyvalent (bâtiment d’intervention polyvalent atau BIP). Pada saat yang sama, doktrin Perancis untuk operasi amfibi sedang berkembang dan ditetapkan sebagai CNOA CNOA (Concept national des opérations amphibies, "Desain Nasional untuk Operasi Amfibi").. BIP bertujuan untuk memperbaharui dan meningkatkan kemampuan amfibi AL Perancis, yang pada saat itu terdiri dari dua kapal kelas Foudre dan dua kapal kelas Ouragan,kapal platform pendaratan.

CNOA bertujuan untuk menegaskan AL Perancis agar memiliki kemampuan untuk melakukan serangan amphibious, penarikan pasukan, demonstrasi, dan penggerebegan. Hal ini akan memungkinkan AL Perancis untuk berintegrasi dalam kerangka doktrin yang telah ditetapkan oleh NATO, Allied Tactical Publication n° 8B (ATP8) dan Inisiatif amfibi Eropa. Sementara CNOA memprioritaskan pada kemampuan aviasi, selain itu juga dianjurkan untuk meningkatan jumlah kendaraan dan personil yang dapat diangkut dan diluncurkan; diharapkan dengan kekuatan pasukan yang terdiri dari empat grup tempur (1.400 personil, 280 kendaraan, dan 30 helikopter), yang dapat beroperasi secara otomatis selama 10 hari, hingga 100 kilometer (62 mil) ke dalam wilayah musuh dari pantai, di mana saja di dunia. Seperti halnya operasi gabungan dengan pasukan NATO dan Uni Eropa, setiap kapal usulan harus mampu untuk melakukan operasi gabungan dengan brigade Troupes de Marine (Pasukan Marinir Perancis) dari AD Perancis.


Evolusi Konsep

Studi untuk Kapal Intervensi Polyvalent ((Bâtiment d’intervention polyvalent, BIP) dimulai selama waktu dimana industri pertahanan telah mempersiapkan untuk menjalani restrukturisasi dan integrasi. BIP dimaksudkan untuk menjadi modular, desain yang dapat diskala yang dapat tersedia untuk berbagai negara Uni Eropa dan dibangun secara bersama-sama, tetapi isu-isu politik yang berkaitan dengan pengerjaan dan repartisi kontrak menyebabkan integrasi bangsa Eropa dengan para ahli kelautan gagal, dan proyek BIP kembali hanya menjadi kekhawatiran Perancis.

Pada tahun 1997, sejumlah desain kapal umum yang disebut Nouveau transport de chalands de débarquement (NTCD), yang berdasarkan pada desain Kapal Induk Nuklir Helikopter PH 75 yang dibatalkan. Desain terbesarnya yaitu BIP-19, yang kemudian menjadi dasar bagi desain kelas Mistral. Desain BIP-19 mempunyai panjang dek 190 meter (620 kaki), dengan beam 26,5 meter (87 kaki), draught 6,5 meter (21 kaki), dan berat 19.000 ton; dimensi yang memenuhi persyaratan dari konsep NTCD. Tiga desain kapal yang lebih kecil jugadiungkapkan, berdasarkan versi skala-lebih kecil dari BIP-19 dan dengan beam 23 meter (75 kaki): BIP-13 (13.000 ton, 151 meter (500 ft)), BIP - 10 (10000 ton, 125 meter (410 ft)), dan BIP-8 (8.000 ton, 102 meter (330 ft)). BIP-8 menggabungkan fitur dari kapal transport amfibi Italia kelas San Giorgio, tetapi memiliki hangar helikopter. Pada tahap desain, konsep NTCD memiliki sebuah lift pesawat di bagian kiri (seperti kelas Tarawa), satu di samping kanan, satu di pusat dek penerbangan, dan satu lagi di depan struktur “island”. Lift-lift ini kemudian dikurangi jumlahnya dan dipindahkan lokasinya: lift utama yang tadinya berada di bagian kanan kemudian dipindahkan ke tengah, dan lift pelengkap berada di belakang “island”. Konsep gambar dan keterangan yang dibuat oleh Direction des Constructions Navales (DCN), salah satu dari dua perusahaan pembuat kapal yang terlibat dalam proyek, mempunyai beberapa fitur seperti kapal induk, termasuk ski-ramp untuk pesawat STOBAR (memungkinkan pengoperasian AV-8B Harrier II dan F-35 Lightning II-B), empat atau lima area pendaratan helikopter (salah satu diantaranya lebih diperkuat untuk mengakomodasi helikopter V-22 Osprey atau CH-53E Super Stallion), dan sebuah dek untuk mengakomodasi sebuah kapal pendarat jenis Sabre, atau 2 buah hovercraft LCAC. Sebuah evaluasi dari Senat Perancis menyimpulkan bahwa pesawat STOBAR berada di luar lingkup CNOA, yang memerlukan modifikasi pada desain.

NTCD diubah namanya menjadi Porte-hélicoptères d’intervention (PHI, untuk "intervention helicopter carrier") pada bulan Desember 2001, sebelum akhirnya bernama Bâtiment de projection et de commandement (BPC) untuk menegaskan aspek amfibi dan komando dari konsep.


Desain dan Konstruksi

Pada Euronaval 1998, Prancis mengkonfirmasikan bahwa mereka berencana untuk membuat sejumlah kapal berdasarkan konsep BIP-19. Namun, pembuatan dua kapal Mistral (L9013) dan Tonnerre (L9014), tidak diterima sampai 8 Desember 2000. Sebuah kontrak untuk konstruksi telah diterbitkan pada tanggal 22 Desember, dan setelah menerima persetujuan dari otoritas pembelian publik (Union des groupements d'achats publics, UGAP) pada 13 Juli 2001, kontrak diberikan pada Direction des Constructions Navales (DCN) dan Chantiers de l ' Atlantique pada akhir Juli. Sebuah tim desain engineering didirikan di Saint-Nazaire pada bulan September 2001, dan berikut konsultasi antara DCA dan delegasi Délégation Générale pour l'Armement (General Delegation for Ordnance, DGA) mulai belajar dan beradaptasi dengan desain BIP-19. Secara paralel, konsep umum telah disempurnakan oleh DGA, DCN, Kepala Staff Pertahanan dan Chantiers de l'Atlantique. Selama proses desain dan validasi, sebuah model berskala 1/120 dibuat dan diuji dalam “terowongan angin”, terlihat bahwa dalam crosswinds kuat, dengan ketinggian kapal dan superstruktur yang panjang mengakibatkan turbulensi di sepanjang dek penerbangan. Desain diubah untuk meminimalkan efek ini dan memberikan kondisi yang lebih baik untuk pengoperasian helikopter.

Kapal akan dibangun di berbagai tempat dalam dua komponen besar dan beberapa komponen kecil, yang akan disatukan ketika tahap penyelesaian. DCN, yang ditunjuk sebagai kepala konstruksi dan bertanggung jawab atas 60% konstruksi dan 55% waktu kerja, merakit mesin di Lorient, sistem tempur di Toulon, dan bagian belakang kapal, termasuk superstruktur “island” di Brest. Chantiers de l'Atlantique mengkonstruksi bagian depan dari masing-masing kapal di Saint-Nazaire, dan bertanggung jawab untuk mengirimnya ke DCN di Brest untuk perakitan akhir. Perusahaan lain yang terlibat dalam konstruksi ini: beberapa pekerjaan konstruksi di-outsourcing-kan ke Stocznia Remontowa de Gdańsk, sementara Thales membuat sistem radar dan komunikasi. Diprediksikan bahwa setiap pembuatan kapal akan memakan waktu 34 bulan, dengan desain dan konstruksi untuk kedua kapal menghabiskan biaya 685 juta Euro (sekitar biaya yang sama untuk satu kapal HMS Ocean atau USS San Antonio, dan kira-kira biaya yang sama seperti kapal amfibi kelas Foudre yang mempunyai setengah tonase dari kelas kapal Mistral dan membutuhkan 46,5 bulan untuk membuatnya). DCN meletakkan bagian belakang keels (lunas) untuk kedua kapal pada tahun 2002; Mistral pada tanggal 9 Juli, dan Tonnerre pada 13 Desember. Chantiers de l'Atlantique meletakkan keel (lunas) bagian depan Mistral pada tanggal 28 Januari 2003, dan Tonnerre selanjutnya. Blok pertama bagian belakang Tonnerre telah diletakkan di galangan pada tanggal 26 Agustus 2003, dan Mistral pada tanggal 23 Oktober 2003. Bagian belakang kedua kapal dirakit secara berdampingan di drydock yang sama. Bagian depan Mistral meninggalkan Saint-Nazaire pada 16 Juli 2004, dan tiba di Brest pada tanggal 19 Juli 2004. Pada tanggal 30 Juli, kombinasi dari kedua bagian melalui proses yang mirip dengan “jumboisation” di mulai pada dermaga. 9. Bagian depan Tonnerre tiba di Brest pada 2 Mei 2005, dan mengalami prosedur yang sama.

Mistral diluncurkan sesuai jadwal pada tanggal 6 Oktober 2004, sedangkan Tonnerre diluncurkan pada tanggal 26 Juli 2005. Pengiriman kapal telah dijadwalkan pada akhir 2005 dan awal tahun 2006 masing-masing, tetapi ditunda selama lebih dari satu tahun karena adanya masalah dengan sistem sensor SENIT 9 dan kerusakan/pembusukan pada lantai linolium di bagian depan. Mereka bertugas untuk AL Perancis pada 15 Desember 2006 dan 1 Agustus 2007, masing-masing.


Fitur dan Kemampuan

Berdasarkan beratnya tonase, Mistral dan Tonnerre adalah kapal terbesar milik AL Perancis setelah kapal induk bertenaga-nuklir Charles de Gaulle.


Aviation

Dek penerbangan setiap kapal sekitar 6.400 meter persegi (69.000 sq ft). Deck memiliki enam tempat pendaratan helikopter, salah satu-nya yang mampu mendukung sebuah helikopter 33 ton. Dek hangar 1800 meter persegi (19.000 sq ft) dapat menyimpan 16 helikopter, dan termasuk area pemeliharaan dengan derek overhead. Untuk operasi peluncuran dan pendaratan, radar pendaratan DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 dan Optikal Landing System digunakan.

Dek penerbangan dan hangar terhubung oleh dua lift pesawat, yang keduanya mampu mengangkat beban 13 ton. Lift utama 225 meter persegi (2420 sq ft) berada di bagian tengah dekat bagian belakang dari kapal, dan cukup besar untuk helikopter yang akan dipindahkan dengan konfigurasi rotors untuk penerbangan. Lift tambahan 120 meter persegi (1300 sq ft) terletak dibelakang superstruktur “island”.

Setiap helikopter yang dioperasikan oleh militer Prancis mampu terbang dari kapal ini. Pada tanggal 8 Februari 2005, sebuah helikopter Westland Lynx dan Cougar milik AL mendarat di Mistral. Pendaratan pertama dari NH90 terjadi pada 9 Maret 2006. Setengah dari kelompok udara BPCs, akan terdiri dari NH90, dan setengah yang lain terdiri dari Helikopter serang Tigre. Pada tanggal 19 April 2007, Helikopter Puma, Panther dan Écureuil mendarat di Tonnerre. Pada tanggal 10 Mei 2007, sebuah helikopter CH-53 Sea Stallion milik AL AS mendarat.

Menurut pejabat utama Mistral, Capitaine de vaisseau Gilles Humeau, ukuran dek penerbangan dan hangar akan memungkinkan pengoperasian hingga tiga puluh helikopter. Amphibious transport

Kapal kelas Mistral dapat mengangkut hingga 450 prajurit, meskipun masih dapat digandakan untuk operasi jangka pendek. Hangar kendaraan 2650 meter persegi (28.500 sq ft) dapat membawa 40 batalyon tank Leclerc, atau 13 tank Leclerc dan 46 kendaraan lain. Sebagai perbandingan, kapal kelas Foudre dapat membawa hingga 100 kendaraan, termasuk 22 tank AMX-30 dalam dek hangar kecil 1000 meter persegi (11.000 sq ft).

“Welldeck” 885 meter persegi (9530 sq ft) dapat menampung empat kapal pendaratan. Kapal mampu mengoperasikan dua hovercraft LCAC, dan meskipun Prancis Navy tampaknya tidak memiliki niat untuk pembelian LCAC, hal akan meningkatkan kemampuan kapal kelas ini untuk interoperate dengan Korps Marinir AS dan AL Royal Inggris. DGA memikirkan untuk modernisasi dari armada kapal pendaratan 59 ton (EDA, Engins de débarquement amphibies).


Komando dan Komunikasi

Kapal kelas Mistral dapat digunakan sebagai kapal komando dan kontrol, dengan Pusat Komando 850 meter persegi (9100 sq ft) yang dapat menjadi rumah hingga 150 personil. Informasi dari sensor kapal dipusatkan dalam sistem SENIT ((Système d’Exploitation Navale des Informations Tactiques, "System for Naval Usage of Tactical Information"), sebuah turunan dari Naval Tactical Data System (NTDS) milik AL AS. Keterlambatan dalam pembuatan revisi SENIT 9 membuat penundaan pengiriman kedua kapal selama satu tahun. SENIT 9 didasarkan pada Radar Multi-Peran MRR3D-NG 3Dimensi milik Thales, yang beroperasi pada band C dan juga memiliki kemampuan IFF (Identification of Friends or Foes). SENIT 9 juga akan terhubung ke format pertukaran data NATO melalui Link 11, Link 16 dan Link 22.

Untuk komunikasi, kapal kelas Mistral menggunakan sistem satelit SYRACUSE, berdasarkan Satelit Prancis SYRACUSE 3-A dan SYRACUSE 3-B yang menyediakan 45% komunikasi aman Frekuensi Super Tinggi NATO. Dari 18-24 Juni 2007, konferensi video yang aman diadakan dua kali sehari antara Tonnerre, kemudian berlayar dari Brazil ke Afrika Selatan, dan menjadi pengunjung VIP untuk acara Paris Air Show.


Armament

Pada tahun 2008, dua kapal kelas Mistral dipersenjatai dengan dua launcher Simbad untuk misil Mistral, dua meriam Brenda Mauser 30 mm/70, dan empat senapan mesin Browning M2 HB 12,7 mm.

Insiden seperti Israel yang hampir kehilangan kapal korvet INS Hanit karena tembakan misil anti-kapal Hezbollah selama Perang Lebanon 2006, menunjukkan kerentanan kapal perang modern dari ancaman asimetrik, dan kapal kelas Mistral yang dianggap kurang dilengkapi dengan pertahanan diri dalam situasi seperti itu. Akibatnya, Mistral dan Tonnerre tidak dapat dioperasikan ke daerah musuh tanpa kapal pengawal yang memadai. Masalah ini ditambah dengan sedikitnya kapal pengawal milik AL Perancis: terdapat selisih lima tahun antara dipensiunkannya kapal frigat kelas Suffren dengan pengoperasian kapal-kapal penggantinya, kapal frigat Horizon dan FREMM.

Berdasarkan pengalaman komandan AL Perancis selama Opération Baliste, pengoperasian Perancis untuk membantu warga Eropa di Libanon selama perang 2006, proposal untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri dari dua kapal kelas Mistral didukung oleh salah satu dari pimpinan staf Perancis, dan masih dipertimbagkan secara aktif pada 2008. Salah satu pertimbangannya adalah untuk upgrade Launcher Manual Simbad dual-launching, menjadi Launcher Tetral otomatis Quaduple-Launching. Fasilitas Medis

Setiap kapal mempunyai fasilitas medis Role-3 NATO, yang setara dengan fasilitas rumah sakit untuk 25.000 penduduk kota. Penyakit apapun dapat diobati di dalam kapal, termasuk masalah-masalah rumit seperti operasi syaraf, melalui penggunaan sebuah sistem telemedicine berbasis- SYRACUSE.

Fasilitas medisnya mempunyai 20 kamar. Terdapat dua blok operasi dengan 7 tempat tidur perawatan intensif, dan ruang radiology yang dilengkapi dengan scanner. Kapasitasnya 69 tempat tidur, termasuk 50 untuk perawatan intensif, tetapi dapat ditambah menjadi 120 tempat tidur dengan pemasangan fasilitas medis mobile di hangar helikopter.


Propulsion

Mistral dan Tonnerre adalah kapal pertama AL Perancis yang menggunakan thrusters azimut. Pendorongnya (Thruster) didukung oleh listrik dari lima diesel alternator V32, dan dapat berorientasi pada setiap sudut. Teknologi propulsi ini memberikan kemampuan manuver kapal yang signifikan.

Ketahanan jangka panjang dari thrusters azimut dalam pemakaian militer belum teruji, namun teknologi ini sebelumya telah digunakan oleh kapal transpor amfibi lainnya, termasuk kelas Rotterdam milik Belanda, kelas Galicia milik Spanyol dan kelas Albion milik Inggris.


Habitat

Ruangan yang diperoleh dari penggunaan thrusters azimut memungkinkan untuk pembuatan ruang akomodasi yang mana pipa atau mesin tidak akan terlihat. Terletak di bagian depan kapal, kabin awak di atas kapal kelas Mistral setara dalam tingkat kenyamanannya dengan kabin penumpang di atas kapal pesiar yang dibuat oleh Chantiers de l'Atlantique.

Lima belas pimpinan petugas masing-masing memiliki kabin individual. Petugas Senior berbagi kabin dua orang, sedangkan awak junior dan pasukan menggunakan kabin empat atau enam orang. Kondisi dalam area akomodasi ini dianggap lebih baik lebih baik dari pada kebanyakan barak legiun asing Perancis, dan ketika wakil Admiral AL AS Mark Fitzgerald memeriksa salah satu kapal kelas Mistral pada bulan Mei 2007, ia menyatakan bahwa ia akan menggunakan area akomodasi yang sama untuk awak yang jumlahnya tiga kali dari awak Mistral. Operational history

BPCs tersertifikasi sebagai anggota dari komponen AL dari NATO Response Force, yang memungkinkan mereka untuk ikut serta dalam Joint Task Force Kombinasi. Prancis menyediakan pasukan untuk NRF-8 pada Januari 2007, termasuk sebuah Commander Amphibious Task Force dan 8 kapal. Kontribusi berikutnya terjadi pada Januari 2008 dalam NRF-10, setelah latihan Noble Midas untuk menguji Link 16 dan sistem ECSAT yang mengontrol kapal selam secara operasional. Pasukan ini dapat di-set dalam 5 hingga 30 hari sejak pemberitahuan.

Mistral membuat pelayaran pertama dari 21 Maret sampai 31 Mei 2006, berlayar di Mediterania dan Samudra Hindia.

Mengikuti awal dari Perang Libanon 2006, Mistral adalah salah satu dari empat kapal dikirim Prancis ke wilayah perairan Lebanon sebagai bagian dari Opération Baliste. Kapal ini digunakan untuk melindungi, dan jika perlu mengevakuasi, warga negara Perancis yang berada Libanon dan Israel. Mistral mengangkut 650 prajurit dan 85 kendaraan, termasuk 5 AMX-10 RC dan sekitar 20 VAB dan VBL. Empat helikopter juga dimuat, dua diantaranya bergabung dengan kapal di dekat Crete. Selama pengoperasiannya, Mistral mengevakuasi 1.375 pengungsi.

Tonnerre melakukan pelayaran pertama antara 10 April dan 24 Juli 2007. Selama perjalanan, Tonnerre terlibat dalam Opération Licorne, komponen Perancis dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa ke Pantai Gading mengikuti Perang Sipil di Pantai Gading. Helikopter Gazelle dan Cougar dari Angkatan Udara Prancis beroperasi dari kapal selama 9 Juli.

Pada awal 2008, Tonnerre terlibat dalam misi Corymbe 92, sebuah misi kemanusiaan di Teluk Ghana. Selama misi ini, Tonnerre beroperasi pada “tip-offs “European Maritime Analysis Operation Centre – Narcotics, dan mengintersep 5,7 ton kokain: 2,5 ton dari sebuah kapal nelayan pada 520 kilometer (280 nmi) dari Monrovia pada tanggal 29 Januari, dan 3,2 ton dari sebuah kapal barang di 300 kilometer (160 nmi) dari Conakry.

Pada bulan Mei 2008, Badai Nagris melanda Burma; bencana alam terburuk yang pernah terjadi di sana. Mistral, yang saat itu beroperasi di wilayah Asia Timur, memuat bantuan kemanusiaan, dan berlayar ke Burma. Kapal ini ditolak masuk ke pelabuhan Burma; akhirnya bantuan harus diangkut melalui udara dari kapal. Pengembangan Masa Depan

Ekspor

Sejak tahun 1997, dan terutama sejak Euronaval 2007, kapal kelas Mistral telah dipromosikan untuk ekspor. ""BPC family" " terdiri atas BPC 140 (13500 ton), BPC 160 (16700 ton) dan BPC 250 (24542 ton, panjang 214,5 meter (704 kaki)). BPC 250 merupakan desain turumam dari kelas desain terakhir Mistral berasal: pengurangan panjang dan lainnya merupakan modifikasi untuk penurunan biaya produksi. [18]

Konsep BPC 250 merupakan salah satu dari dua pilihan untuk desain kapal perang amfibi kelas Canberrra, yang akan dibangun untuk AL Royal Australia. Rancangan yang akhirnya dipilih adalah kapal amfibi kelas Buque de Proyección Estratégica Spanyol.

Menurut DGA, AL Afrika Selatan, Marinir Belanda, Komandi Pasukan Maritim Kanada, AL Royal Malaysia, dan AL Swedia menunjukkan minat pada kapal ini. AL Indian juga telah menyatakan minat. Brazil dan Turki masih mempertimbangkan pembelian BPC. ALgeria juga mempertimbangkan pembelian dua BPC.


BPC Perancil Selanjutnya

Livre Blanc sur la Défense et la Sécurité nationale 2008, dokumen keputusan-kebijakan untuk menetapkan perihal pertahanan, prakiraan untuk dua jenis kapal BPC selanjutnya akan mulai beroperasi dengan AL Perancis pada tahun 2020. Kapal ketiga akan dipesan pada tahun 2009, dengan pemesanan ini dilakukan sebelum waktu yang diharapkan sebagai bagian dari respon Pemerintah Perancis terhadap resesi yang dimulai pada 2008.

Cruiser helikopter Perancis, Jeanne d'Arc akan dipensiunkan pada 2010. Salah satu pilihan sebagai penggantinya masih dalam pertimbangan, yaitu pembuatan kapal kelas Mistral ketiga, atau salah satu turunan dari desain BPC. Diprediksikan bahwa kapal baru akan biaya memerlukan biaya pembuatan antara 150 juta dan 200 juta Euro, dalam kisaran satu-seperempat dari harga yang kapal kelas Horizon

Pada Desember 2008 pemerintah Perancis mengumumkan pembuatan Mistral ketiga yang akan dimulai pada tahun 2009, ini adalah bagian dari paket stimulus ekonomi Perancis yang akan membantu pembangun kapal Perancis yang telah terlihat kekurangan pesanan sejak awal dari masalah ekonomi 2008.


[Image: 82493_1.jpg]
Class overview:

Name: Mistral
Builders: Brest arsenal and St-Nazaire dockyards
Operators: Marine Nationale
Preceded by: Foudre
In commission: December 2005 - Present
Planned: 3 or 4
Completed: 2
Active: Mistral, Tonnerre


General characteristics

Type: landing platform helicopter
Displacement: 16,500 tons (empty); 21,300 tons (full load); 32,300 tons (with ballasts)
Length: 199 metres (650 ft)
Beam: 32 metres (100 ft)
Draught: 6.3 metres (21 ft)
Installed power: 3 Wärtsilä diesels-alternators 16 V32 (6,2 MW) + 1 Wärtsilä Vasaa auxiliary diesel-alternator 18V200 (3 MW)
Propulsion: 2 Mermaïd electric motors (2 × 7 MW), 2 5-bladed propellers
Speed: 18.8 knots (35 km/h)
Range: 10,800 kilometres (5,800 nmi) at 18 knots (33 km/h); 19,800 kilometres (10,700 nmi) at 15 knots (28 km/h)
Boats and landing
craft carried: 4 CTM (chaland de transport de matériel); alternatively, 2 LCAC (Landing Craft, Air Cushion)
Capacity: 59 vehicles (including 13 Leclerc tanks) or a 40-strong Leclerc tank battalion
Troops: 900 (short duration); 450 (long durations); 150 (serving as operational headquaters)
Complement: 20 officers, 80 petty officers, 60 quarter-masters
Sensors and processing systems: DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 navigation radar; MRR3D-NG air/surface sentry radar; 2 optronic fire control systems
Armament: 2 x Simbad systems; 2 x 30 mm Breda-Mauser guns; 4 x 12.7 mm M2-HB Browning machine guns
Aircraft carried: 16 heavy or 35 light helicopters
Aviation facilities: 6 helicopter landing spots

0 komentar:

Posting Komentar